Tampilkan postingan dengan label Kutipan Ceramah Master Chin Kung September 2014. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kutipan Ceramah Master Chin Kung September 2014. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Oktober 2014

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 29 September 2014



Kita belajar Ajaran Buddha, yang paling penting adalah dapat menjadi teladan yang baik, supaya dilihat oleh praktisi lainnya. Dengan demikian barulah kita dapat bertanggungjawab pada Buddha dan Bodhisattva, leluhur dan ayahbunda serta guru kita.

Tetapi orang masa kini tidak lagi menempatkan ayahbunda di hati mereka, apalagi leluhur, tak perlu dikatakan lagi, kapan mereka pernah mengenang gurunya? Sudah lupa!

Hal ini sungguh berbeda dengan orang tempo dulu. Orang jaman dulu sepanjang hidupnya tidak pernah melupakan ayahbunda dan gurunya, senantiasa teringat akan ajaran ayahbunda dan guru, adakah kita melanggarnya atau tidak. Ini adalah akar dari pendidikan, maka itu orang sekarang sulit dididik, kami sangat jelas akan hal ini, sangat memahaminya, dimana letak permasalahannya.

Bagaimana cara untuk menambal dan menyelamatkannya? Yakni dengan “Di Zi Gui”. Bagaimana caranya menambal dengan “Di Zi Gui”? Sebaiknya melalui penyiaran radio setiap harinya. Jangan takut tidak ada pendengarnya, saya percaya jumlah pendengarnya akan banyak, semakin lama akan semakin bertambah, mengapa demikian? Karena manusia memiliki hati nurani, sifat dasarnya adalah bajik, sifat semulanya adalah bajik, maka itu membangunkan kembali sifat dasarnya itu.

Kita ingin menyelamatkan masyarakat ini, jangan biarkan ada gejolak dalam kehidupan masyarakat ini, bagaimana caranya? Yakni dengan pendidikan sebagai yang utama. Apa yang harus diajari? Yakni “Di Zi Gui” dan  “Gan Ying Pian (Risalah Balasan Dan Ganjaran Setimpal)”, akan menimbulkan kekuatan yang besar, tanpa disadari penduduk akan mengubah tabiat buruknya, setiap hari ada yang menasehatinya, siaran televisi juga seharusnya memiliki satu saluran sedemikian. Harus terus menerus memutar ceramahnya berulang kali, karena ada yang ketinggalan mendengarnya atau yang baru saja membuka saluran siaran tersebut.

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 29 September 2014


我們學佛,最重要是做好榜樣,給學佛的人看、給念佛的人看,要做個好榜樣,這個我們對得起佛菩薩、對得起祖宗、對得起父母、對得起老師。可是現在人沒有把父母放在心上,祖宗更不必說了,什麼時候想過老師?都忘掉了。不像從前人,父母、師長一生念念不忘,念念不忘就念念想到父母、老師的教訓,我們有沒有違背。這些都是教育的根,所以現在人難教,我們很清楚、很明白,原因出在哪裡清清楚楚。怎麼補救?要從《弟子規》補救。《弟子規》怎麼補救?最好是在無線電廣播電台天天講。不要怕沒有人聽,我相信聽的人多,愈聽愈多,為什麼?人都有良心,本性是善的,本性本善,把那個本性本善喚出來,喚醒。我們要挽救這個社會,不許這個社會有任何動亂,怎麼辦?教學,教學為先。教什麼?就是教《弟子規》、教《感應篇》,會產生很大的力量,不知不覺讓人民潛移默化,天天有人提醒他,電視上有這麼一個頻道。要重複的講,不斷重複的講,為什麼?還有人沒聽到,還有人剛剛打開這個頻道。

文摘恭录 — 二零一四淨土大經科註  (第一一一集)  2014/9/29










Mengapa hari ini Buddha Dharma terasa begitu sulit? Karena kita tidak memulainya dari “Di Zi Gui”, tidak memulainya dari berbakti pada ayahbunda dan menghormati guru, maka itu pengamalan kita jadi semu, pokok permasalahannya timbul dari sini. Jadi apa yang harus kita lakukan? Yakni dengan menambal celahnya.

Ini adalah dasar untuk menjadi manusia seutuhnya, para Buddha, insan suci dan bijak terdahulu, mana ada yang tidak menanam akar dari sini? Apakah kita boleh mengabaikannya? Demikian pula di dalam Aliran Sukhavati, akarnya juga adalah “berbakti pada ayahbunda dan menghormati guru”, tanpa akar ini, meskipun anda melafal Amituofo hingga tenggorokan pecah juga sia-sia. Leluhur Tiongkok menekankan pada tindakan nyata dan bukan munafik penuh kepura-puraan.

Saat kini praktisi yang melatih Ajaran Sukhavati banyak, tetapi yang berhasil terlahir ke Alam Sukhavati itu sangat sedikit jumlahnya, apa sebabnya? Karena tidak mengamalkan akar ini, hingga “Di Zi Gui” juga tidak ada, oleh karena tidak ada “Di Zi Gui”, maka itu meskipun sepanjang hidup sudah bersusah payah melafal Amituofo, pada akhirnya masih berputar di lingkaran tumimbal lahir. Andaikata setiap butir niatnya adalah bajik maka dia akan terlahir di tiga alam bajik, menikmati berkah Alam Manusia dan Alam Dewa; andaikata setiap butir niatnya adalah buruk, masih timbul emosi dan amarah, maka dia akan jatuh ke tiga alam penderitaan.

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 29 September 2014


  我們今天講小小戒,小小戒是什麼?三皈、五戒、十善,再加上一個《沙彌律儀》,這小小戒,小小戒不能守,全是假的。根太重要了,今天佛法為什麼這麼困難?我們沒有從《弟子規》、沒有從孝親尊師這個地方紮根,所以都是虛的、浮的,問題出在這裡。那怎麼辦?補習,惡補。這做人基本的道理,古聖先賢、諸佛菩薩哪個不是根紮在這裡?你能小看它嗎?淨土宗念佛往生淨土,這也是根;沒有這個根,喊破喉嚨也枉然。中國古人講究實學,真實的學問,真實學問就是實幹,沒有絲毫虛偽。

現在修淨土的人多,往生的人很少,什麼原因?這個沒做到,連《弟子規》都沒有,《感應篇》沒有,所以念了一輩子的佛,最後還是搞六道輪迴。如果念念是善,生三善道,人天福報;如果念念還不善,還會發脾氣,還有怨恨,那他三惡道去了。

文摘恭录 — 二零一四淨土大經科註  (第一一一集)  2014/9/29











 Mengapa orang sekarang sulit mengamalkan sila? Mengambil sila itu gampang tetapi setelah menerimanya tidak sanggup menjalankannya. Mengapa orang jaman dulu sanggup mengamalkannya, sedangkan kita sekarang tidak mampu? Sementara praktisi yang masih satu jaman dengan Master Hai Xian masih sanggup menjalankannya, meskipun jumlahnya juga tidak banyak, semakin mundur waktunya ke tempo dulu, semakin banyak praktisi yang mampu mengamalkan sila. Andaikata tidak sanggup menjalankannya maka Buddha Sakyamuni takkan membabarkannya, apa sebabnya praktisi tempo dulu mampu mengamalkan sila?

Karena mereka memiliki akar pondasi. Butir pertama dari “Tiga Berkah Karma Suci” adalah “berbakti pada ayahbunda, menghormati guru dan orang yang lebih tua, berhati maitri tidak membunuh”, ini sangat penting, ini merupakan landasan dari “Sepuluh Kebajikan”.

Maka itu mengapa tahun-tahun belakangan ini, kami menggalakkan akar ini, dengan adanya akar ini maka pengamalan sila tidak masalah lagi. Orang yang tidak tahu berbakti pada ayahbunda dan tidak menghormati guru, bagaimana dia bisa mengamalkan sila? Ini bisa kita bayangkan.

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 29 September 2014


現在的戒為什麼這麼難持?受戒很容易,受完之後做不到。怎麼辦?為什麼古時候人做得到,我們現在做不到?就以海賢那個時代人他能做到,他能做到人也不多了,愈往前面去人數愈多,都能做到。做不到佛不說,祖師大德不傳,真能做到,什麼原因?有根柢。我們在淨業三福裡面所看到的,你看看,淨業三福第一福提到「修十善業」,十善業前面,「孝養父母,奉事師長,慈心不殺」,這個重要,這是十善業的根。所以,在這些年來,我們強調這個根,有這個根,戒律決定沒有問題。人不孝父母、不敬師長,他怎麼會持戒?這個我們能想得到。

文摘恭录 — 二零一四淨土大經科註  (第一一一集)  2014/9/29












Orang masa kini berkahnya tipis, kekotoran batin (klesa) dan tabiatnya berat sekali, praktisi yang telah tercerahkan juga takkan datang lagi ke dunia. Mengapa mereka tidak datang? Karena kita tidak sudi belajar. Hari pertama saya hendak berguru pada Guru Li (Upasaka Li Bing-nan), guru mengajukan tiga persyaratan padaku. Tiga persyaratan ini bukan hasil ciptaannya, tetapi merupakan warisan turun temurun dari leluhur orang Tiongkok, andaikata anda tidak bersedia menerima tiga persyaratan tersebut, maka guru takkan mau mengajarimu.

Syarat pertama adalah sebelum saya mengikutinya, saya pernah berguru pada Master Zhang Jia selama tiga tahun, lalu mengikuti Mr.Fang Dong-mei selama setahun. Seluruh yang saya pelajari selama ini tidak diakuinya. Harus bagaikan selembar kertas putih bersih, tinggal ditulisi atau dilukis sesuai dengan keinginannya. 

Saya mana boleh mengatakan : “Guru, apa yang anda katakan tadi, dulunya cara penyampaian Master Zhang Jia berbeda lho dengan yang guru sampaikan”. Mengapa tidak boleh berkomentar demikian? Karena tidak diakuinya, hanya boleh mendengar ucapan Guru Li seorang saja. Persyaratan kedua adalah mendengar ceramah juga hanya boleh mendengar ceramahnya seorang saja. Dan yang ketiga adalah dalam membaca buku harus melalui persetujuan beliau terlebih dulu, demikian juga dengan sutra Buddha.

Ternyata cara ini sungguh efektif, tiga bulan kemudian terhadap ceramah dari Guru Li sungguh terasa manfaatnya. Guru Li bertanya padaku manfaat apa yang saya peroleh? Saya menjawab bahwa kini hatiku semakin tenang dan jernih, khayalan juga semakin berkurang. Mengapa demikian? Karena banyak yang tidak boleh dibaca, tidak boleh didengar, hanya boleh mendengar guru seorang saja. Setengah tahun kemudian saya jadi takluk, leluhur Bangsa Tiongkok sungguh hebat. Tetapi murid seperti ini mau cari ke mana?

Andaikata saya memakai cara Guru Li menerima murid, maka sepanjang hidup jangan pernah bermimpi ada orang yang sudi belajar padamu. Mungkin Guru Li juga bertemu denganku seorang saja. Saya sudah pernah bertanya teman seperguruanku, Xu Xing-min, Xu Xing-min belajar ke Taichung juga atas rekomendasi dariku, orang ini sangat jujur dan penurut, maka itu selama bertahun-tahun di Taichung, dia mendapat kemajuan.

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 29 September 2014


現在眾生福薄,煩惱習氣深重,開悟的人不來了。為什麼不來?我們不肯學。我第一天拜李老師,老師給我三個條件。這三個條件不是他的,是中國自古以來祖祖相傳的,你不能遵守,不教你;你能遵守,真教你,絕不放棄你。第一個條件,我沒有跟他之前,我跟章嘉大師三年,跟方東美先生一年,很單純,不複雜,可是老師還是嚴格的給我定約,你過去所學的我統統不承認,從今天起從頭學起,以前學的不承認。這才好教,像一張白紙一樣,乾乾淨淨的,他愛怎麼寫怎麼寫,愛怎麼畫就怎麼畫。我們不能說:老師你這個講法,過去章嘉大師講的跟你講的不一樣。不能問,為什麼?不承認,只有聽老師的。第二個,聽經,只可以聽他一個人講,任何人講經,出家、在家,到台中時講經,不可以去聽。第三個看文字、看書,沒有經過他的許可不准看,佛經也不准看。

真有好處,三個月之後我就對老師講,老師的教誨有受用,我得到了。他就問我什麼受用?心地清淨了,妄念少了。為什麼?很多不能看,不能聽,只可以聽老師一個的。半年之後心服口服,真是好辦法,中國老祖宗的智慧真了不起。但是怎麼樣?這種學生找不到了。

 那我要用李老師這個方法來收學生,這一生一個都沒有,別作夢了,一個都找不到。大概李老師碰到也就碰到我一個,這真的,我問其他同學都沒有。徐醒民到台中是我介紹去的,這個人很老實,真的老實、聽話,真幹能做到幾成我不敢保證,但是老實、聽話我敢保證,所以到台中這麼多年,他有成就。

文摘恭录 — 二零一四淨土大經科註  (第一一一集)  2014/9/29










Sekitar 7-8 tahun yang lalu, ada tiga dosen dari Beijing, yakni Profesor Tang Yi-jie, Guo Qi-jia dan Qian Xun, mereka bertiga adalah guru besar terkemuka, datang ke Hongkong untuk mengunjungiku, bertanya padaku mengapa harus menggalakkan “Di Zi Gui”? Saat itu saya memang sedang mempromosikan “Di Zi Gui” di mana-mana.

Saya menanggapi pertanyaan mereka dengan membuat sebuah perumpamaan, andaikata di hadapan kalian terletak sebuah timbangan, di satu sisi diletakkan Si Shu (Empat Buku yang berisikan ajaran Konfucius dan Mencius), Wu Jing (Lima Klasik Konfucius), Shi San Jing (13 Klasik Konfucius) atau bahkan ditaruh Siku Quanshu (koleksi buku-buku yang disusun selama masa Dinasti Qing), dan di satu sisi lainnya diletakkan satu buku “Di Zi Gui”, maka berat kedua sisi timbangan tersebut adalah seimbang, sama beratnya.

Mereka bilang mana mungkin? Mana ada aturan begini? Saya menjawab lagi, andaikata di satu sisi itu yang banyak teorinya namun tanpa pengamalan, maka  itu hanyalah pengetahuan umum semata, tidak ada gunanya, masih tak sebanding dan “Di Zi Gui”. Jika “Di Zi Gui” dipelajari dengan benar, maka dia masih tahu aturan menjadi manusia seutuhnya, daripada orang yang punya pengetahuan banyak tapi tidak sanggup mengamalkannya. Dengan demikian mereka baru memahaminya.

   Kutipan Ceramah Master Chin Kung 29 September 2014


 大概是七、八年前,北京三位教授,湯一介教授、郭齊家、錢遜,這都是名教授,到香港來看我,問我為什麼要提倡《弟子規》?那個時候我在到處介紹《弟子規》,他們不了解,為什麼不從四書、五經、十三經下手,要搞這些小東西?當時我舉了個比喻,告訴大家,我說我面前擺個天平,這一邊放的是四書、五經、十三經,乃至《四庫全書》,這一邊就是一本《弟子規》,我說它的重量相等,平的。他說這怎麼可能?哪有這個道理?我就說了,這邊這一大堆,博學、審問、慎思、明辨在這裡,《弟子規》篤行。如果沒有行,那些都是知識,沒起作用,還不如這部《弟子規》。《弟子規》學好了,他還懂得做人的規矩,比那個有那麼多學問的人,他做不到,還要高一點。這他才明瞭。

文摘恭录 — 二零一四淨土大經科註  (第一一一集)  2014/9/29



Kamis, 09 Oktober 2014

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 24 September 2014



Praktisi yang benar-benar melafal Amituofo, di dalam hatinya hanya ada sepatah Amituofo, selain Amituofo tidak ada lagi hal lainnya, tentu saja ini sempurna akan Trisarana, yakni tercerahkan, benar dan suci; sempurna akan Lima Sila, yakni tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berzinah, tidak berbohong dan tidak minum minuman keras, hingga pada sepuluh kebajikan yakni :
1.     Tidak membunuh
2.     Tidak mencuri
3.     Tidak berzinah
4.     Tidak berbohong
5.     Tidak mengucapkan kata-kata yang menyesatkan orang lain (misalnya rayuan gombal, kata-kata yang sifatnya membujuk)
6.     Tidak mengucapkan perkataan kasar
7.     Tidak menghasut/menfitnah
8.     Tidak tamak (Alobha)
9.     Tidak membenci (Adosa)
10.  Tidak bodoh (Amoha)

Master Ou Yi pernah berniat untuk menjayakan kembali pengamalan  sila, karena beliau melihat anggota Sangha ada yang tidak mengamalkan sila, beliau sangat bersedih hati. Hingga beliau berusia 50 tahun, sungguh merasa bahwa maksud hati ingin memeluk gunung apa daya tangan tak sampai, maka beliau memutuskan untuk menfokuskan diri melatih metode Tanah Suci, bertekad terlahir ke Alam Sukhavati.

Beliau menyadari bahwa jika berniat menyelamatkan makhluk lain, terlebih dulu harus menyelamatkan diri sendiri, yakni terlebih dulu terlahir ke Alam Sukhavati untuk mencapai KeBuddhaan, barulah memiliki kemampuan untuk kembali lagi menyelamatkan makhluk lainnya. Kemampuan yang dimiliki ini secara sederhana dapat dilukiskan sebagai dalam duniawi yang penuh dengan nafsu indria ini, takkan lagi berpengaruh pada dirimu, anda takkan terpikat lagi, anda takkan lagi tercemari olehnya, benar-benar sempurna akan sila, samadhi dan prajna.

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 24 September 2014  


真念佛,心裡只有一句阿彌陀佛,除阿彌陀佛之外什麼都沒有,當然圓滿具足三皈,覺正淨;圓滿具足不殺生、不偷盜、不邪淫、不妄語、不飲酒,會歸到十善,不兩舌、不惡口、不綺語、不貪、不瞋、不痴,圓滿具足。

  古來祖師大德,蕅益大師真正發過心,想把戒律復興起來,看到出家人不持戒,他很痛心。到五十歲之後,深深感到心有餘而力不足,專心淨土,專求往生。他自己意識到,真正要度眾生,先度自己。先度自己就是先到極樂世界成佛,然後倒駕慈航,你才有能力。這個能力簡單講,就是這個花花世界它對你毫無影響,你不會被它干擾,你不會被它染污,真正具足戒定慧。

文摘恭录 — 二零一四淨土大經科註  (第一一0集)  2014/9/24 











Praktisi yang terlahir ke Alam Sukhavati, meskipun terlahir pada tingkatan bunga teratai paling bawah, di dalam 48 tekad agung Buddha Amitabha yakni tekad ke-20, praktisi yang terlahir ke Alam Sukhavati semuanya menjadi Bodhisattva Avaivartika. 

Apakah yang dimaksud dengan Avaivartika? Avaivartika adalah Bahasa Sansekerta, jika diterjemahkan dalam Bahasa Mandarin adalah ketidakmunduran, tiga jenis ketidakmunduran yakni : tingkatan Bodhisattva takkan mundur lagi, pengamalannya juga takkan mundur lagi, niatnya juga tak mundur lagi, inilah yang disebut Avaivartika, Avaivartika adalah Bodhisattva Dharmakaya.

Bagaimana dia dapat memperoleh Dharmakaya? Bukan atas usahanya sendiri, tetapi adalah pemberkatan tekad agung Buddha Amitabha, sehingga anda sama secara keseluruhan dengan Bodhisattva Dharmakaya. Keistimewaan ini tidak ada di seluruh Alam Buddha lainnya, hanya di Alam Sukhavati saja, maka itu Buddha Sakyamuni dan semua Buddha menasehati kita agar bertekad lahir ke Alam Sukhavati. 

Sutra yang dibabarkan oleh Buddha Sakyamuni ini, adalah ditujukan kepada praktisi yang telah sempurna akan benih sebab dan faktor pendukung yakni akar kebajikan dan berkah kebajikan tanah suci. Andaikata pada masa kelahiran lampau tidak memiliki benih sebab dan faktor pendukung yakni akar kebajikan dan berkah kebajikan, maka Buddha Sakyamuni takkan membabarkan Dharma ini kepada mereka, mengapa demikian? Karena dia takkan mampu menerimanya, dia takkan percaya.

Hari ini kita telah menerimanya, namun sempat goyah, masih tidak yakin, masih enggan mengamalkannya, apa alasannya? Pada masa kelahiran yang lampau kita memiliki benih sebab dan faktor pendukung yakni akar kebajikan dan berkah kebajikan, namun sangat dangkal, tidak mendalam, maka itu barulah dapat goyah.
   
Kutipan Ceramah Master Chin Kung 24 September 2014  


往生到極樂世界的人,縱然是下下品往生,同居土下下品往生,記住,二十願裡頭,四十八願二十願裡頭,往生的人皆是作阿惟越致菩薩。這一句話可不得了!

阿惟越致是什麼?是梵語,翻成中國是不退轉,三種不退轉:位不退、行不退、念不退,這叫阿惟越致,阿惟越致就是法身菩薩。有沒有四土三輩九品?有,但是三輩四土九品它是平等的,全是法身。這法身怎麼來的?不是自己修的,是阿彌陀佛本願威神加持,讓你的身相跟法身菩薩完全一樣。這個十方一切諸佛剎土裡頭沒聽說過,唯獨極樂世界有,所以世尊、諸佛勸我們往生極樂世界。

  世尊這些經典,都是對於具足淨土善根福德因緣的人,給他們講的。如果過去生中沒有善根福德因緣,佛不跟他講這個法,為什麼?他不能接受,他不相信。我們今天接受了,還會動搖,還不相信,還不肯真幹,什麼原因?過去我們的善根福德因緣有,很淺,不深,深度不夠,所以會動搖。

文摘恭录 — 二零一四淨土大經科註  (第一一0集)  2014/9/24 










Saya (Master Chin Kung) meninggalkan keduniawian pada usia 33 tahun, sejak itu saya mulai mengajar, memberi ceramah, dua tahun kemudian barulah mengambil Patimokkha Sila, usai menerima sila, hal pertama yang saya lakukan adalah pulang ke Taichung mengunjungi Guru Li (Upasaka Li Bing-nan). Saat itu guru sedang berada di dalam Perpustakaan Ci Guang, saya berdiri di pintu gerbang, kami bertatap muka, guru menunjuk ke arahku dan berkata : “Kamu, kamu harus yakin pada Buddha ya!” Guru mengulangi perkataan ini berkali-kali.

Saat itu saya jadi kebingungan, setelah melangkah masuk ke dalam ruangan, barulah guru menyuruhku duduk. Guru bertanya padaku, apakah kamu ada memahami apa yang kukatakan tadi? Saya menjawab saya tidak memahaminya. Saya bertanya kembali bagaimana saya tidak yakin pada Buddha? Saya sudah belajar Ajaran Buddha selama tujuh tahun, lalu menjadi anggota Sangha, berceramah, sekarang sudah usai menerima sila, apakah dengan begini saya masih tidak yakin pada Buddha?

Guru menjelaskan padaku, ada banyak anggota Sangha yang sudah berusia 80 atau 90 tahun bahkan hingga wafat masih juga belum yakin. Mendengar ucapan ini saya sudah paham maksud guru, apa itu keyakinan? Di dalam Aliran Sukhavati dikatakan keyakinan benar, ini adalah hal yang sulit. Sepanjang hidupku tak pernah melupakan perkataan guru ini, dengan tangan menunjuk ke arahku dan berkata berulang kali, kamu harus yakin pada Buddha, kamu harus yakin pada Buddha.

Terutama Aliran Tanah Suci, hari ini keyakinan kita terhadap Aliran Sukhavati begitu rapuh, tidak sanggup bertahan kala menghadapi cobaan, saat dihembus sedikit angin saja, hati kita langsung goyah. Selama belasan tahun ini, kritikan terhadap Sutra Usia Tanpa Batas hasil rangkuman Upasaka Xia Lian-ju baik yang datang dari dalam maupun luar negeri Tiongkok. Begitu banyak orang dan begitu panjang waktu yang telah dikerahkan untuk meniadakan versi rangkuman ini.

Untunglah negara masih mempunyai berkah, saya melihat Departemen Agama menerbitkan “Lima Sutra Aliran Tanah Suci”, di dalamnya ada Sutra Usia Tanpa Batas yang menggunakan versi rangkuman, setelah melihatnya saya merasa sungguh terhibur, negara telah mengakui versi rangkuman.
             
Kutipan Ceramah Master Chin Kung 24 September 2014  


我年輕的時候,三十三歲出家,我出家就教學、就講經,兩年之後才受戒,在八堵,我跟聖嚴同戒。受戒之後,第一個回到台中拜老師。老師在慈光圖書館裡面,我在大門口,見到了,他就手指著我,他說:「你,你要信佛!」講了好多遍。我當時也迷惑了,我走到裡面去,他叫我坐下來,我就坐了。他就問我,你有沒有聽懂我的話?我說沒聽懂。我說我怎麼不信佛呢?學佛七年,出家,講經,現在受完戒,我難道是不信佛嗎?他就告訴我,有很多老和尚八十、九十,到死他都還沒有信。這個話我就明白了,那個信就是什麼?淨宗講的真信,真信太難了。老師這幾句話我一生都不會忘記,指著我說了好多遍,你要信佛,你要信佛。

特別是淨土宗,我們今天對淨土宗的信心非常脆弱,禁不起考驗,有一點風吹草動我們心就動搖了。這十幾年來,國內國外對於會集本的批判是史無前例,過去沒發生過,這麼多的人、這麼長的時間否定這個本子。好在國家還有福,佛門裡面否定,國家沒有否定。我看到國家宗教局出版了一部《淨土五經》,裡面《無量壽經》用的是會集本,我看到很安慰,國家承認這個本子。

文摘恭录 — 二零一四淨土大經科註  (第一一0集)  2014/9/24 













Setelah saya (Master Chin Kung) berusia 85 tahun, bertepatan dengan bulan chengbeng, masih jelas dalam ingatanku, saya menghentikan memberi ceramah Avatamsaka Sutra, selanjutnya saya menfokuskan diri memberi ceramah Sutra Usia Tanpa Batas versi rangkuman Upasaka Xia Lian-ju, bahkan menfokuskan diri pada penjelasan sutra yang ditulis oleh Upasaka Huang Nian-zu. Kami bertemu saat berusia lanjut, saya sangat memahaminya, beliau juga berharap pada diriku, agar menyebarluaskan versi rangkuman dan penjelasan ini. Maka itu mencetak dan menyebarluaskannya secara besar-besaran, kami sendiri memulainya untuk mempelajarinya.

Hanya memiliki satu tujuan, pada kelahiran ini juga pasti terlahir ke Alam Sukhavati, semakin awal semakin bagus, di dunia ini tidak ada yang patut didambakan, kami menjadi contoh teladan untuk disaksikan insan lain, bahwa kami benar-benar terlahir ke Alam Sukhavati. Saat wafat kami juga ingin serupa dengan Master Hai Xian, tidak perlu orang lain datang membantu melafal Amituofo, diri sendiri memiliki keyakinan penuh.

Darimana kita bisa memiliki keyakinan penuh bahwa kita pasti bisa berhasil terlahir ke Alam Sukhavati? Yakni dengan melepaskan kemelekatan. Mengapa tidak memiliki keyakinan? Karena anda tidak mampu melepaskan, anda masih mendambakan dunia ini, maka ini sungguh merepotkan, benar-benar tidak bisa diandalkan.

Jika dapat melepaskan secara keseluruhan, Dharma saja harus dilepaskan apalagi yang bukan Dharma. Terhadap seluruh Dharma yang dibabarkan Buddha Sakyamuni, saya hendak terlahir ke Alam Sukhavati, maka itu saya melepaskan keseluruhannya, tidak diikatnya, sehingga dengan bebas tanpa rintangan terlahir ke Alam Sukhavati, sampai di Alam Sukhavati barulah mempelajari Buddha Dharma secara keseluruhan.

“Bertekad mempelajari Pintu Dharma yang tak terhingga, bertekad mencapai KeBuddhaan yang tertinggi tiada taranya”. Dua butir tekad ini akan kita realisasikan di Alam Sukhavati. Sementara di dunia ini, kita hanya mengamalkan “Bertekad menyelamatkan para makhluk yang tak terhitung, bertekad memutuskan kekotoran batin yang tiada habisnya”,  saya hanya mengamalkan dua butir ini.

Belajar pintu Dharma dan mencapai KeBuddhaan diwujudkan di Alam Sukhavati, bukan di sini. Saya membagi 4 butir “Empat Tekad Agung” menjadi dua bagian, dengan demikian barulah memiliki kepastian, barulah meraih keberhasilan.
                                                                                 
Kutipan Ceramah Master Chin Kung 24 September 2014  


八十五歲之後,清明節,我記得,我把《華嚴》停了,不講了,晚年專講《無量壽經》會集本,而且專講黃念老的《註解》。我們在晚年相遇,我對他了解很深,他也對我有期望,一定要把這個本子、把這個註解發揚光大。所以大量的翻印流通,我們自己帶頭來學習。

  只有一個目標,這一生決定求生淨土,時間愈早愈好,對這個世間沒有絲毫留戀,我們做個榜樣給大家看,真的往生。我們走,也要像海賢老和尚一樣,不需要助念,自己真有把握。把握在哪裡?放下就是。為什麼沒有把握?你放不下,你對這個世間還有留戀,那就真麻煩,真靠不住。徹底放下,法尚應捨,何況非法。法,世尊所說的一切法,我要往生,我統統放下,不受它的累贅,自在往生,到西方極樂世界再學。「法門無量誓願學,佛道無上誓願成」,這兩願我把它擺在極樂世界。在這個世間,我只是「眾生無邊誓願度,煩惱無盡誓願斷」,我只搞這兩樣。學法門、成佛道到極樂世界去,不在此地。我把四弘誓願分成兩段,這才能有把握,才有成就。

文摘恭录 — 二零一四淨土大經科註  (第一一0集)  2014/9/24 





Senin, 29 September 2014

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 22 September 2014



Andaikata anda tidak memupuk jasa kebajikan, di dalam Buddha Dharma di sebut dengan sebab dan akibat yakni akar kebajikan dan berkah kebajikan, anda tidak menimbunnya, maka apapun yang anda kerjakan takkan membuahkan hasil, kebajikan tidak berhasil terlaksana demikian juga kejahatan takkan berhasil terwujud.

Umpamanya anda adalah seorang pejabat korup, harta kekayaan yang anda peroleh adalah memang sudah ada dalam garis hidup anda, andaikata melampauinya, maka akan muncul petaka. Seberapa banyak harta kekayaan yang kita nikmati telah ditentukan dalam garis hidup kita, insan jaman dulu masih mempercayai hal ini, namun orang jaman sekarang sudah tidak percaya lagi, orang masa kini beranggapan bahwa ini adalah kehebatan diri sendiri, tidak percaya lagi pada Hukum Karma, tidak percaya pada menimbun kebajikan, menganggap kedudukan atau posisi adalah karena berhasil memenangkan persaingan, perebutan. Andaikata ini tidak ada di dalam garis hidupmu, meskipun anda bersaing dan berebutan dengan orang lain, juga akan kalah. Ini adalah kenyataan.  

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 22 September 2014

你沒有修功德,佛法裡頭講的善根福德因緣你要沒有修積,幹什麼事情都幹不成,好事幹不成,壞事也幹不成。壞事也是前世修的,前世不修,你命裡頭沒有。譬如做官貪污,你貪得的財富你命裡有的,如果超過,超過會出事情,禍害就來了。你命裡有多少財富,古人對這個東西相信,現在不相信,現在認為都是我有本事,不相信因果、不相信積德,認為功名那是爭來的,競爭、鬥爭,是這麼得來的。競爭、鬥爭還是有個命在,命裡沒有,你鬥不過別人,你爭不過別人。這是事實真相,世間的事實真相。


文摘恭录 — 二零一四淨土大經科註  (第一0九集)  2014/9/22 











Sepanjang hidup kami memberi ceramah, sama sekali tidak berani mengatakan mengajari insan lain, tidak berani. Kami selalu menganggap diri kami sebagai murid, para pendengar ceramah merupakan pengawas, adalah guruku, di sini saya memberi laporan tentang apa yang diperoleh dari hasil belajar, senantiasa menjaga sikap serupa ini. Mengapa demikian?

Jika menggunakan standar orang tempo dulu, maka hari ini kita tidak pantas naik ke podium memberikan ceramah, standar yang digunakan oleh orang jaman dulu adalah terlebih dulu harus mencapai pencerahan, menemukan kembali jiwa sejati, barulah anda boleh naik ke podium dan memberikan ceramah, barulah anda berhak menceramahkan sutra dan sastra, kita tidak mampu melakukannya.

Ketika masih mengikuti Guru Li (Upasaka Li Bing-nan) belajar berceramah di Taichung, saya sama sekali tidak memiliki niat untuk naik ke podium berceramah. Dari Puli (sebuah kota kecil di Kabupaten Nantou, Taiwan), tempat dimana gubuk penyepian diri Master Chan Yun berada, setelah saya meninggalkan gubuk penyepian, saya menuju ke Taichung untuk belajar pada Guru Li dan kemudian guru menerima diriku.

Kebetulan saat itu Asosiasi Lotus Taichung membentuk sebuah kelas belajar berceramah, untuk mendidik dan menghasilkan penceramah-penceramah berbakat, kelas ini baru berjalan selama sebulan. Kelas ini diadakan seminggu sekali, tiga jam lamanya, maka itu hitung-hitung saya ketinggalan empat kali pertemuan. Pada pertemuan kelima, guru menyuruhku ikut masuk kelas ceramah, saya tidak berani, guru berkata lagi agar saya melihat-lihat keadaan di dalam kelas, saya menyetujuinya, kemudian saya mengikuti guru masuk ke dalam kelas.

Saat kelas dimulai, saya duduk di barisan paling belakang, saya memperhatikan guru sedang mengajar. Saya melihat Upasika Lin Kan-zhi, saat itu saya masih berusia 31 tahun, sementara Upasika Lin Kan-zhi telah berusia sekitar 60 lebih, cucu perempuannya menjadi tenaga pengajar di sekolah dasar.

Upasika Lin Kan-zhi berusia 60 lebih, beliau merupakan murid tertua di kelas, tamatan sekolah dasar, melihat ini saya jadi memberanikan diri menjadi murid di kelas tersebut. Kemudian saya mengamati lagi, ternyata lebih dari separuh murid-murid di kelas adalah tamatan sekolah dasar, tamatan sekolah menengah pertama ada beberapa saja, tidak banyak, sedangkan tamatan universitas tidak ada sama sekali, hanya Upasaka Zhu Fei yang pernah duduk di bangku kuliah, hanya setahun lalu berhenti, kelas ceramah Guru Li adalah sedemikian.  

Cara pengajaran yang digunakan adalah mengulang ceramah Guru Li, anda naik ke podium dan mengulangi apa yang telah diceramahkan guru, tidak boleh menambahnya, juga tidak boleh memasukkan pengertian sendiri di dalamnya, jika ada yang kelewatan tidak masalah, tetapi tidak boleh menambah, yang paling baik adalah tidak boleh menambah atau menguranginya.

Guru Li berkata padaku bahwa cara ini adalah diwariskan sejak jaman dahulu kala turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya. Insan jaman dulu tidak ada yang membuka kelas belajar ceramah, lalu dari mana para penceramah berbakat dihasilkan? Dari mendengar ceramah, lalu mengulanginya. Anggota Sangha yang belajar berceramah, duduk di baris paling depan, saling berhadapan dengan guru. Setelah anda mendengar ceramah guru, maka pada hari kedua, anda harus mengulangi ceramah guru dengan persis sama. 

Setelah mempelajarinya berkesinambungan untuk jangka panjang, maka si murid sudah memiliki kemampuan baik ke podium. Dengan cara pengulangan ini, hati kami jadi tenang, takkan salah menceramahkannya, kesalahan itu terletak di mana? Andaikata guru yang salah berceramah, maka beliau yang akan bertanggungjawab; sebaliknya jika kita tidak mengikuti caranya berceramah, bila salah menyampaikannya maka diri sendiri yang harus menanggung akibatnya. Cara ini meskipun tampak kaku namun memberikan hasil yang efektif.

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 22 September 2014


我們講了一生,從來不敢說為人演說,不敢。什麼樣心態?做學生的心態,下面聽眾都是我的監學,都是我的老師,我在這裡做學習心得報告,抱這種心態。為什麼?按照古人的標準,我們今天上不了講台,古人標準是要大徹大悟、明心見性,你才能升座講經,你才能著述經論,這都是我們做不到的。我在台中跟李老師學佛,聽老師講經,從來沒有一個念頭,我要上講台。我從埔里懺雲法師的茅蓬,離開之後到台中親近老師,老師收留了。剛好台中蓮社成立一個經學班,培養講經弘法的人才,開班教學才一個月。台中的班,一個星期上一次課,三個小時,每個星期上一次課,所以一個月大概我是四次沒聽到,前面四次。第五次的時候,老師就叫我去看看,我不敢,老師說你去看看,我說好,我跟老師一塊去看。上課的時候我坐在最後一排,我看老師他教學。我看到一個老太太,老居士林看治,我記得我那一年三十一歲,林看治大概六十出頭,她的孫女都在小學當教員。林看治六十多歲,我們同學年齡最大的,程度小學畢業,我看到她這樣子,我的膽子就大起來了。再一觀察,同學當中一半以上小學畢業,初中畢業的有幾個,不多,大學畢業的沒有,只有朱斐居士他念過大學,念過一年就休學了,李老師的經學班,程度就是這樣的程度。

  用的方法是很笨拙的方法,就是複講,老師怎麼講的,你上台就照他那個樣子講,不准增加,不准自己意思摻進去,漏掉沒有關係,不可以再增加,最好是能做到不增不減,用這個方法。老師告訴我,這個方法是自古以來世世代代相傳的。古時候沒有開班教學的,講經的法師怎麼培養出來的?聽經,複講。學講經的法師,都坐在講堂第一排正當中,跟老師面對面。你聽這一座經,到第二天,你把老師這一個小時這一堂課,跟老師一模一樣把它講出來。長時間的薰修就行了,他就能上台講。這樣複講的方式,我們的心裡很踏實,不會把經講錯,錯是什麼?老師講錯,他負責任,我們不負責任;我們不依照他的方法去講,講錯了我們自己要負責任。方法是很笨拙,但是效果非常顯著。

文摘恭录 — 二零一四淨土大經科註  (第一0九集)  2014/9/22 


Sabtu, 27 September 2014

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 19 September 2014



Bodhisattva mengajari kita agar saat mendengar ceramah jangan melekat pada kata-kata; dalam membaca sutra jangan melekat pada aksara dan tulisan. Yang kedua adalah jangan melekat pada nama, kata benda, istilah, semua ini adalah perumpamaan yang digunakan Buddha Sakyamuni untuk mengajari para makhluk, jika melekat maka ini sudah salah. Haruslah memahami makna yang terkandung di dalamnya, tidak perlu mempermasalahkan tulisan tersebut.

Yang ketiga adalah tidak melekat pada pemahaman sendiri, apa yang saya lihat, menurut penafsiranku artinya adalah begini-begini, tidak boleh. Mengapa demikian? Ucapan Buddha yang selanjutnya dituangkan ke dalam tulisan, semua ini adalah mengalir keluar dari jiwa sejatiNya. Di dalam jiwa sejati tiada rupa juga tiada non rupa, barulah anda dapat menyelaminya.

Mengapa tidak boleh membaca tulisan lalu mengartikannya menurut pengertian sendiri? Tidak boleh, karena di dalam jiwa sejati tiada rupa, oleh karena tiada rupa maka itu memiliki rupa yang tak terhingga; oleh karena dia tak bermakna maka memiliki makna yang tak terhingga.

Sampai kapan barulah dapat memahami keseluruhannya? Saat menemukan kembali jiwa sejati, mencapai penerangan sempurna, setelah menemukan kembali jiwa sejati maka segalanya akan dipahami dengan bebas tanpa rintangan. Apakah saat itu masih ada makna di dalam dirimu? Tidak ada. Mengapa demikian? Insan yang telah menemukan kembali jiwa sejatinya, segala kekotoran batin dan tabiat yang merintanginya sudah dilenyapkannya.

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 19 September 2014


菩薩教導我們,聽經,一定要懂得不執著言說相;讀經,文字是言說的符號,當然不能執著文字相。第二個不能執著名字相,名詞、術語都是世尊教化眾生假設的,執著就錯了。一定要懂得裡頭的意思,不必斤斤計較這些文字。第三個不執著心緣相,心緣是我看到這個,我想大概是什麼意思,不可以。為什麼?佛的言語,以後寫成文字,全都是從自性當中流出來的。自性沒相,無相,自性無不相,你才真正能夠契入。為什麼不能看到文字,所謂望文生義?不可以,因為自性沒有相,正因為它沒有相,所以它有無量相;正因為它沒有意義,它有無量義。要與性德相應,你才能夠自性的智慧、德相慢慢恢復出來。

  到什麼時候完全明瞭?到明心見性,大徹大悟,見性之後一切通達。這個時候你有沒有意思?沒有。為什麼?見性的人,障礙自性的煩惱習氣斷掉了。

文摘恭录 — 二零一四淨土大經科註  (第一0八集)  2014/9/19









Seperti perumpamaan kisah Bhiksu Ying Ke yang melafal Amituofo selama tiga hari tiga malam, tidak berbaring juga tidak tidur, mengerahkan segenap kemampuan untuk melafal Amituofo, akhirnya berhasil mengundang kemunculan Buddha Amitabha. Buddha Amitabha berkata padanya bahwa usiamu masih tersisa 10 tahun, 10 tahun lagi Saya baru datang menjemputmu.

Namun rasa mawas diri Bhiksu Ying Ke sangat tinggi, tabiatnya sungguh berat, melakukan karma buruk, maka itu dia sangat takut, lebih baik sisa hidup 10 tahun tidak dikehendaki lagi, lebih baik memilih sekarang saja ikut dengan Buddha Amitabha. Buddha menyetujuinya, lalu berjanji tiga hari lagi akan datang menjemputnya. Mengapa Buddha Amitabha tidak langsung membawanya pergi?

Andaikata saat itu Buddha langsung menjemputnya terlahir ke Alam Sukhavati, maka Bhiksu Ying Ke akan meninggal dunia di dalam kamarnya. Beberapa hari kemudian penghuni vihara akan melihat bagaimana kondisinya di dalam kamar dan begitu pintu kamar dibuka, maka akan ditemukan beliau telah mati selama berhari-hari. Ini namanya mati sia-sia. Memberinya tenggang waktu tiga hari, jasa kebajikan ini tak terhingga dan tanpa batas, agar dia memberitahukan kabar ini kepada semua orang, sehingga seluruh penghuni vihara dapat mengetahuinya, tiga hari lagi Buddha Amitabha akan menjemputku terlahir ke Alam Sukhavati.

Dia adalah orang jahat, Bhiksu yang melanggar sila, melanggar tata krama, dia tahu akibat dari perbuatannya akan jatuh ke alam mana, yakni Neraka Avici. Oleh karena takut akan siksaan neraka, barulah mengerahkan segenap usaha melafal Amituofo, melafal hingga tiga hari tiga malam kemudian akhirnya Buddha Amitabha muncul di hadapannya. Maka itu tidak ada penghuni vihara yang berani mempercayai perkataannya, mereka menganggap orang seperti Ying Ke ini hanya menyepikan diri di kamar selama tiga hari sudah bisa memperoleh penjemputan Buddha, ini pasti bohong. Untunglah tiga hari bukanlah waktu yang lama, semua penghuni vihara juga jadi penasaran ingin membuktikan kebohongannya.

Hingga hari ketiga, dia meminta semua hadirin untuk melafal Amituofo mengantarnya terlahir ke Alam Sukhavati, inilah cara dia untuk menyelamatkan para makhluk. Setelah hadirin melafal Amituofo selama setengah jam kemudian, ternyata dia benar-benar terlahir ke Alam Sukhavati, semua orang jadi percaya, lihatlah, berapa banyak hadirin yang berhasil diselamatkannya!

Dengan penampilan ini, bukan hanya berhasil mempengaruhi orang-orang yang ada di jamannya, bahkan pada masa sekarang buku “Kisah para praktisi yang terlahir di Alam Sukhavati”, membuat para pembacanya menjadi terharu. Maka itu Buddha memberinya tenggang waktu tiga hari, agar dia menyelamatkan para makhluk berjodoh yang tak terhingga, mereka yang waktu itu menyaksikan dan mendengarkannya secara langsung adalah berjodoh, sekarang kita yang membaca kisahnya juga karena berjodoh. Jodoh ini akan terus berlangsung hingga sembilan ribu tahun kemudian, dimana kelak Buddha Dharma akan berangsur lenyap, maka jodoh ini juga akan ikut hilang. Selama tulisan tentang kisahnya ini masih ada, maka masih ada kemungkinan ada makhluk yang membaca kisahnya ikut tergugah, lalu mengikuti caranya, melepaskan semua kemelekatan, menfokuskan pikiran melafal Amituofo, satu arah, satu tujuan, menfokuskan pikiran melafal Amituofo berkesinambungan, bertekad terlahir ke Alam Sukhavati.

Di dalam 48 Tekad Agung Buddha Amitabha, tekad yang ke-18, dijelaskan secara rinci, menjelang ajal melafal sepatah hingga sepuluh kali lafalan Amituofo juga dapat terlahir ke Alam Sukhavati. Kelihatannya mudah namun kenyataannya tidaklah demikian, mengapa? Praktisi itu harus memiliki akar kebajikan. Akar kebajikan itu sudah dipupuk sejak kalpa tanpa awal, maka itu begitu mendengar nama Buddha Amitabha langsung membangkitkan sukacita, begitu mendengar Alam Sukhavati langsung membangkitkan keyakinan, takkan ada keraguan, membangkitkan keyakinan dan tekad melafal Amituofo, inilah yang disebut dengan makhluk yang akar kebajikannya sudah masak.

Buddha membabarkan Dharma di dunia ini menyelamatkan para makhluk agar terlahir ke Alam Sukhavati, sekelompok orang-orang ini berada di urutan pertama sebagai kelompok yang terselamatkan.  

Kutipan Ceramah Master Chin Kung 19 September 2014


 像瑩珂就是很明顯的例子,念佛念三天三夜,不眠不休,拼命念,把阿彌陀佛念來了。佛告訴他,你壽命還有十年,十年之後我來接引你。他的警覺性很高,劣根性重,習氣太重,造業,他害怕了,我十年壽命不要了,我現在跟你去。佛就答應了,跟他約定,三天之後我來接引你。為什麼不當時帶他去?當時要帶他去了,瑩珂死了,死在寮房裡。過幾天看他怎麼樣,打開房門,死了好多天了。這個死就冤枉死了。留他三天,這個功德無量無邊,讓他把這個信息告訴大家,寺廟人都知道了,三天之後佛來接引他往生。他是個惡人,是個破戒、犯規的人,自己曉得將來到哪裡去,無間地獄。他是因為怕地獄苦,才拼命念佛,念了三天三夜把佛念來了。所以廟裡的人都不敢相信他,你這樣的人,關門念了三天,你來騙我們,說你三天之後往生。好在三天時間不算太長,我們等著看,看三天你往不往生。

  到第三天,他要求大眾念佛送他往生,那就是他度眾生。大家念佛念到大概一刻鐘,古時候一刻比我們現在長,因為古時候一時是現在的兩小時,中國用子丑寅卯辰巳午未,一天是十二時。現在用西方西洋的,叫二十四時,叫小時。印度的時比我們大,印度只分六時,晝三時、夜三時。真往生了,大家相信了,你說他度多少人!這個一示現,不但影響當時,我們在《往生論》裡頭看到這些文字,我們都受感動。所以佛叫他延後三天,讓他度無量有緣眾生,當時看到、聽到是有緣,現在我們看到這文字都是有緣。這個緣一直要延續往後九千年,佛法完全滅盡,他這個緣就沒有了。只要這個文字存在,就可能有一些有緣眾生看到受他感動,也學他這個方法,放下萬緣,一向專念,一個方向、一個目標,專念阿彌陀佛,求生淨土。

十八願講得很清楚,五逆十惡,臨終一念、十念都能往生。看起來是容易,事實也不容易,為什麼?他得有善根。善根是無始劫修的,聽到阿彌陀佛就歡喜,聽到西方極樂世界就相信,沒有懷疑,信願持名,這叫根熟眾生。佛現身說法接引往生,這些人第一批,頭一批得度的。

文摘恭录 — 二零一四淨土大經科註  (第一0八集)  2014/9/19